Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Ayatullah al-Uzma Sobhani, marja taklid Syiah, dalam sebuah pesan dengan menegaskan bahwa Arba’in adalah tempat manifestasi kekuatan spiritual Syiah, menyerukan penjelasan yang terdokumentasi tentang ma’arif Asyura, mazhab ziarah, dan keterkaitan pesan kebangkitan Husaini dengan kebutuhan masyarakat hari ini.
Teks pesan Ayatullah Sobhani menjelang Arba’in Husaini adalah sebagai berikut:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas junjungan kita Muhammad dan keluarga beliau yang suci.
Salam atasmu wahai Aba Abdillah al-Husain, dan atas ruh-ruh yang bersemayam di haribaanmu.
Arba’in adalah tempat manifestasi kekuatan spiritual Syiah di sisi Pemimpin Para Syuhada, Hazrat Aba Abdillah al-Husain a.s. Dalam peristiwa Husaini ini, sifat-sifat unggul dan kedudukan Sayyid para Syuhada serta orang-orang yang gugur syahid di hadapan beliau harus dijelaskan. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk menerangkan hakikat-hakikat Islam dan kemuliaan para syuhada; bagaimana mereka, dengan mengenakan pakaian kesyahidan, mengokohkan kebebasan dan menjadikan slogan abadi “Hayhat minna dzillah” tetap hidup dalam sejarah kemanusiaan.
Dengan memperhatikan prinsip ini, para mubalig yang mulia perlu menjaga hal-hal berikut. Berdasarkan hal tersebut, para mubalig terhormat dalam menjalankan risalah dakwahnya harus memberikan perhatian khusus kepada beberapa poin berikut:
Pertama, keaslian ilmiah ucapan seorang mubalig harus bersandar pada Al-Qur’an Karim, sunah yang pasti, dan ma’arif sahih Ahlulbait a.s. Hendaknya dihindari segala bentuk materi yang lemah, khurafat, dan nukilan yang tidak memiliki dasar. Jelaskanlah ma’arif Ahlulbait a.s. dengan argumentasi rasional serta bukti Qur’ani dan riwayat yang kokoh, agar dapat berpengaruh pada hati-hati yang siap menerimanya.
Kedua, sirah praktis Ahlulbait a.s. telah mengajarkan kepada kita bahwa sebelum mengajak manusia dengan lisan, kita harus mengajak mereka dengan perilaku. Mubalig yang berhasil adalah orang yang akhlak, kewibawaan, adab, kerendahan hati, kesabaran, perilaku baik, dan penghormatannya sendiri menjadi sarana dakwah terbaik.
Bersikap lembut kepada para peziarah, menjawab pertanyaan dengan hikmah, dan menghormati perbedaan budaya serta mazhab merupakan tugas terpenting seorang mubalig dalam perjalanan spiritual ini.
Ketiga, hubungkanlah pesan Asyura dengan bashirah yang memahami zaman, kebutuhan, dan persoalan masyarakat hari ini serta dunia Islam. Mubalig yang berhasil adalah orang yang memahami sejarah dan tujuan kebangkitan Husaini dengan baik, sekaligus mampu menjelaskan pesan abadi Asyura bagi manusia kontemporer. Karena ziarah kepada Sayyidus Syuhada a.s. adalah poros utama gerakan agung ini, maka salah satu poros dakwah yang paling penting adalah penjelasan tentang “mazhab ziarah.”
Hadis-hadis sahih dan mutawatir mengenai pentingnya ziarah ke makam-makam suci para maksum a.s., khususnya ziarah kepada Hazrat Aba Abdillah al-Husain a.s., serta kedudukan tinggi dan pahala besar bagi peziarah, menunjukkan dampak spiritual yang mendalam dari ibadah agung ini. Dalam hal ini, perhatian terhadap poin-poin berikut adalah sesuatu yang penting:
-
Jelaskan kepada para peziarah tentang dampak, filosofi, dan hikmah ziarah ke makam-makam suci para maksum a.s.; di antaranya peningkatan makrifat terhadap sirah dan ajaran Ahlulbait a.s., pembaruan janji dengan wilayah, serta penguatan iman dan spiritualitas.
-
Perkenalkan para peziarah dengan kandungan tinggi ziarah-ziarah ma’tsur. Sebab teks-teks mulia ini sendiri merupakan sekolah besar untuk pendidikan, makrifat, akhlak, loyalitas wilayah, dan penyucian diri.
-
Tekankan pentingnya menjaga adab ziarah; di antaranya menghormati hak para peziarah lain, menjaga ketertiban, menghormati para pelayan dan penduduk sekitar, serta menaati giliran, khususnya saat masuk dan keluar dari haram-haram suci dan dalam kondisi padat.
-
Ingatkan bahwa ziarah kepada Hazrat Sayyidus Syuhada a.s. adalah ibadah yang dipenuhi makrifat, khusyuk, duka, dan ingatan terhadap musibah Asyura. Ia tidak boleh berubah menjadi program yang semata-mata bersifat rekreatif atau seperti festival; sesuatu yang dilarang dalam riwayat-riwayat Ahlulbait a.s.
-
Anjurkan para peziarah untuk menjaga kehormatan tempat-tempat suci, khususnya jalur jalan kaki Najaf hingga Karbala dan kota-kota suci. Sebab hal ini juga termasuk bentuk penghormatan terhadap syiar-syiar Ilahi.
-
Hubungkanlah nama dan kenangan para syuhada tercinta dengan ingatan kepada Hazrat Aba Abdillah al-Husain a.s. Jelaskanlah kepada para peziarah ketulusan pengabdian mereka kepada Ahlulbait a.s. serta budaya pengorbanan dan kesyahidan, agar kesinambungan jalan Asyura pada zaman kita juga dapat dipahami dengan benar.
Semoga kalian semua, dengan inayah Hazrat Baqiyyatullah al-A‘zham, semoga jiwa kami menjadi tebusannya, dan di bawah naungan kelembutan Hazrat Sayyidus Syuhada a.s., berhasil, dikuatkan, dan dimuliakan dalam risalah yang bercahaya ini.
Pada bagian akhir, kami merasa perlu menyampaikan penghargaan tulus kepada rakyat Irak yang mulia, beriman, dan ramah terhadap tamu; kepada kabilah-kabilah yang terhormat, pemerintah Irak yang terhormat, para ulama besar, para rohaniwan mulia, serta para penanggung jawab Atabat Aliyat yang dengan kebijaksanaan, keikhlasan, dan usaha siang malam telah menyediakan landasan bagi terselenggaranya acara agung Arba’in secara megah dan pelayanan yang layak kepada jutaan peziarah.
Kehadiran penuh semangat rakyat Irak dalam melayani para peziarah Hazrat Sayyidus Syuhada a.s. adalah manifestasi iman, loyalitas kepada wilayah, persaudaraan Islam, dan ikatan tak terputus antara dua bangsa besar Iran dan Irak.
Tidak diragukan, kesepahaman dan kasih sayang ini merupakan salah satu berkah mazhab Husaini dan modal besar bagi umat Islam.
Kami memohon kepada Allah Yang Mahatinggi agar menganugerahkan kemuliaan, kesehatan, taufik, dan penerimaan amal kepada seluruh pelayan, peziarah, dan mubalig.
Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Ja’far Sobhani
Muharram al-Haram
Komentar Anda